SMADA Buktikan Kualitas: Lulusan Tembus Kedokteran dan Universitas Bergengsi di SNBP 2026

SMA Negeri 2 Ponorogo (SMADA) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di Bumi Reog. Pada pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026, puluhan siswa SMADA dinyatakan resmi diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi yang tersebar di Pulau Jawa.

Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 2 Ponorogo, Bapak Mursyid, S.Pd., M.Pd., peta persebaran lulusan SMADA semakin bervariasi dan menjangkau kampus-kampus papan atas. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara siswa, pihak sekolah, dan orang tua. Tim Bimbingan dan Konseling (BK) secara profesional melakukan pendampingan terarah, pemetaan bakat akademik, serta analisis nilai secara komprehensif. Melalui program parenting dan konsultasi yang intensif, sekolah memastikan setiap siswa mampu menyusun strategi dan memilih program studi yang paling presisi sesuai dengan potensi mereka.

Tembus Program Studi Medis dan Kampus Kasta Tertinggi

Pencapaian luar biasa tahun ini ditandai dengan keberhasilan siswa SMADA menembus program studi dengan tingkat persaingan paling ketat di Indonesia. Dua srikandi SMADA sukses mengamankan kursi di disiplin ilmu medis, yakni Fadhila Rosyidatul A’La yang diterima di program studi S1 Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (UNAIR), dan Rif Atinisa Mufidah yang berhasil menembus S1 Kedokteran Hewan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain IPB dan UNAIR, kampus-kampus idaman di Pulau Jawa juga berhasil ditaklukkan. Universitas Gadjah Mada (UGM) turut menjadi pelabuhan akademik bagi tiga siswa, yakni Apriella Kaluna Zahra Paraskevi (D4 Bisnis Perjalanan Wisata), Steffanie Armelia Rarasati (S1 Arkeologi), dan Muhammad Rizqi Ahnaf Fa’lq (S1 Proteksi Tanaman).

Sementara itu, pesona Universitas Brawijaya (UB) di Malang sukses menarik delapan lulusan terbaik SMADA. Mereka adalah Misyel Puan Maharani, Jelita Aura Mercylinda, Kayla Ariyanti Agustin, Aziza Rindang M, Hashiif Hakiimatul Haqq, Julfa Nirwasita Nareswari, Deby Diva Shalsabilla Putri, dan Hanin Naurayani Alifa. Kedelapan siswa tersebut tersebar di berbagai program studi prospektif, mulai dari D3 Keuangan dan Perbankan, S1 Ilmu Hukum, hingga S1 Statistika. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya juga tak luput dari jangkauan dengan diterimanya Ardian Kusuma Wardana di program studi S1 Teknik Geomatika.

Dominasi di UNESA, UM, dan Berbagai Kampus Unggulan Lainnya

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi PTN dengan penerima lulusan SMADA terbanyak pada SNBP kali ini, yakni mencapai 12 siswa. Tiga siswa di antaranya, yaitu Erlian Chelsy Andina, Az-Zahra Putri Dimastianui, dan Nabilla Al Isfahani Ikhsanto, diterima di UNESA kampus Magetan. Sedangkan sembilan siswa lainnya, yang terdiri dari Zahrotusy Syitaa, Avicenna Fadhil Lababan, Elsa Ramadina Safira, Aurellia Galih Sahitya, Gabriella Sabrina Fariscika Gizzela, Fadhila Akhbar Tria Zulaikha, Ibra Antilia Humala, Zahrotul Fauziah Al Karomainí, dan Tsany Weka Nadhifa, berhasil menembus berbagai program studi strategis di kampus utama UNESA.

Di Kota Pendidikan Malang, Universitas Negeri Malang (UM) turut menyambut Elsafira Azza Hazlina (S1 Bimbingan dan Konseling), Hasna Hamidah (S1 Pendidikan Biologi), serta Ghiyats Akbar Pratama (S1 PJKR).

Rincian sebaran siswa SMADA juga meluas ke berbagai PTN dan Politeknik terkemuka lainnya. Universitas Airlangga (UNAIR) tidak hanya menerima di program studi kedokteran gigi, tetapi juga menyambut Eiffelaili Aurellia Aryavendra, Fara Putri Nadhyne, Imelda Naysilla Putri Leksono, Khariza Fazari Shafiya, dan Almahi Muhammad Erol Atturmudzi di beragam program studi seperti S1 Teknologi Sains Data dan S1 Kesehatan Masyarakat.

Prestasi gemilang juga diukir oleh Nur Wahyu Sambodo dan Naura Syareefa Kurnia Putri yang melenggang ke Universitas Sebelas Maret (UNS), disusul Siti Nur Annisa Al Wakhid di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan Nadia Devi Citasari di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Lulusan SMADA juga terbukti kompetitif di pendidikan vokasi dengan diterimanya Aqla Azzaasna Adidana Putra di Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan Elzodyta Syabrina Pratama di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

Keberhasilan ini tidak diraih dalam semalam. Salah satu siswa yang lolos membagikan refleksinya mengenai proses panjang yang dilalui. “Alhamdulillah, hasil ini adalah buah dari ketekunan dan bimbingan yang luar biasa. Pendampingan dari bapak/ibu guru, terutama saat masa krusial analisis nilai dan pemilihan program studi, sangat membantu kami menemukan strategi yang paling tepat. Fokus kami di sekolah tidak hanya berpusat pada materi akademik, tetapi juga bagaimana merencanakan masa depan dengan matang,” ungkap perwakilan siswa kelas XII tersebut.

Keluarga besar SMAN 2 Ponorogo mengucapkan selamat atas pencapaian para siswa. Semoga langkah awal yang gemilang ini menjadi pemacu semangat bagi adik-adik kelas untuk terus mengukir prestasi!