Siapa bilang hanya siswa SMAN 2 Ponorogo yang langganan juara? Tahun 2025 ini, para guru membuktikan bahwa mereka tak mau kalah start dalam berprestasi. Sederet penghargaan bergengsi dari tingkat provinsi hingga nasional sukses diborong, menegaskan bahwa Smada tak hanya mencetak siswa cerdas, tapi juga dihuni oleh pendidik yang inovatif dan kreatif.

Emas dan Juara 1 Nasional
Kabar membanggakan pertama datang dari bidang sains. Bapak Ahmad Mukhlis Anshori, M.Si. (Guru Fisika) sukses menyabet Gold Medal dalam ajang Olimpiade Rihand Creative Guru #6 Tingkat Nasional. Kompetisi bergengsi yang digelar oleh FKIP Universitas Negeri Malang pada 26–27 Juli 2025 ini menjadi bukti kepiawaian beliau dalam menciptakan metode pembelajaran fisika yang inovatif.
Tak berhenti di situ, prestasi emas juga ditorehkan oleh Ibu Lia Yunikawati, S.Sos. (Guru Sosiologi). Beliau berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Guru Nasional SOCIUS 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi UNESA (23 Juni–3 Agustus 2025). Kemenangan ini membuktikan tajamnya analisis dan inovasi riset sosial di lingkungan SMADA.

Inovasi di Tingkat Provinsi
Dominasi guru SMAN 2 Ponorogo berlanjut di ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 wilayah Ponorogo–Magetan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dua guru andalan, yakni Bapak Ardhyann Dwi Nurcahyo, S.Pd. (Guru Geografi) dan Bapak Hadi Subroto, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia), sukses menembus jajaran “10 Terbaik EJIES 2025” pada acara yang digelar 15 Juni lalu. Capaian ini menunjukkan dedikasi mereka dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak monoton dan berdampak nyata.
Kepala SMAN 2 Ponorogo menyampaikan apresiasi tingginya atas capaian gemilang ini. Menurutnya, prestasi para guru ini adalah bahan bakar motivasi bagi seluruh warga sekolah. Jika gurunya saja semangat berinovasi dan berkompetisi, muridnya tentu harus lebih gaspol lagi dalam mengukir prestasi. Maju terus Bapak-Ibu Guru Smada!
oleh : Andini Junita Sari, XI-5 / SMADA 45
