Home / Berita Smadapo / INITIATION of STUDENT EXCHANGE SMADA 2018 (MELESAT MENEMBUS BATAS)

INITIATION of STUDENT EXCHANGE SMADA 2018 (MELESAT MENEMBUS BATAS)

INITIATION of STUDENT EXCHANGE SMADA 2018

(MELESAT MENEMBUS BATAS)

 

            Student Exchange in SMADA it’s comeback. Ya benar saja, di tahun pelajaran 2018/2019 ini SMA Negeri 2 Ponorogo yang merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Ponorogo kembali menjalankan program sekolah yang dulu pernah ada, yaitu student exchange (pertukaran pelajar). Di tahun pelajaran 2007/2008 SMA Negeri 2 Ponorogo pernah melaksanakan pertukaran pelajar ke Brazil. Di tahun ini, berbeda pada tahun yang terdahulu, yang mana pesertanya lebih banyak yaitu 19 peserta didik baik kelas X, XI, dan XII. Dalam kegiatan student exchange kali ini, Thailand menjadi negara pilihan tepatnya Kwang Chow School.

            Rombongan SMA Negeri 2 Ponorogo berangkat pada tanggal 21 Nopember 2018 yang mana siswa-siswi didampingi oleh Bapak Sugeng Hariadi selaku Wakasek Kesiswaan, Ibu Ernin Naurinisa, M. Pd selaku Wakasek Kurikulum, Bapak Henry Indrawadana, SE, M.Si selaku Sekretaris Komite SMA Negeri 2 Ponorogo, dan Bapak Eko Adri Wahyudiono selaku Konsultan Student Exchange dari Magetan. Rombongan SMA Negeri 2 Ponorogo tiba di Bangkok pada Rabu malam waktu setempat.

            Pagi harinya, kegiatan Bapak/Ibu Pembina adalah menuju ke SEAMEO (Asosiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Se-Asia Tenggara) sedangkan siswa-siswi peserta student exchange melaksanakan kegiatan berlatih bahasa. Khusus Bapak/Ibu Pembina student exchange, kedatangannya ke kantor SEAMEO adalah untuk membuka jalan atau meminta ijin untuk pelaksanaan student exchange. Rombongan Bapak/Ibu Pembina diterima langsung oleh Direktur SEAMEO Bapak Dr. Gatot Hadi Prijowirjanto. Selain itu, tanpa diduga rombongan juga disambut oleh Bapak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh yang notabene adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Beliau sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh SMA Negeri 2 Ponorogo terkait dengan student exchange. Beliau juga berpesan agar sekolah sekarang fokus pada revolusi industri 4.0 yang intinya tantangan ke depan kebutuhan pengembangan pendidikan tidak terbatas pada hardskill tetapi juga softskill. Di akhir pertemuan dengan Bapak Gatot selaku Direktur SEAMEO, rombongan mendapatkan motivasi yaitu diberi kesempatan untuk mengikuti 15 jenis lomba yang yang diselenggarakan oleh SEAMEO dengan target minimal mengirimkan 75 kelompok/tim. Lomba tersebut diantaranya adalah Internet of things, Smart School, Tourism Promotion, Urban Agriculture, Virtual Reality, Waste Recycling, dan masih banyak yang lainnya.

            Kembali pada topik utama student exchange, Bapak Gatot selaku Direktur SEAMEO mengarahkan atau memilih Kwang Chow School partner untuk student exchange. Rombongan tiba disana kira-kira jam 09.00 waktu setempat. Rombongan disambut oleh kibaran bendera dua negara yaitu bendera Thailand dan Indonesia oleh seluruh warga Kwang Chow School. Rombongan SMAN 2 Ponorogo diberi kesempatan untuk berkeliling untuk melihat fisik sekolahan dan juga proses pembelajan di sana. Selain itu, siswa-siswi SMA Negeri 2 Ponorogo diberi kesempatan untuk mengikuti pembelajaran disana. Kwang Chow School sendiri, merupakan salah satu sekolah internasional yang ada di Thailand. Sekolah tersebut mencakup beberapa tingkat pendidikan yaitu TK – SMA.  Kemudian rombongan diajak menuju ke aula sekolah untuk mengikuti acara pertemuan formal. Acara dibuka oleh General Manager  Kwang Chow School yaitu Miss Worawi Pakdee sekaligus beliau juga memperkenalkan tarian khas Thailand kepada rombongan dan juga beberapa tarian lain yang ditampilkan oleh siswa-siswi Kwang Chow School . Selanjutnya rombongan student exchange SMA Negeri 2 Ponorogo diberi kesempatan untuk memberikan sambutan yang diwakili oleh Bapak Henry Indrawadana, SE, M.Si dan Ibu Ernin Naurinisa, M. Pd. Selain itu, siswa-siswi SMA Negeri 2 Ponorogo juga diberi kesempatan untuk menampilkan kesenian tari-tarian yaitu tari girang-girang dan juga tari bujangganong.

            Setelah itu, pihak Kwang Chow School memberikan kesemptan kepada rombongan untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya budaya Kabupaten Ponorogo.  Dari apa yang telah ditampilkan oleh SMA Negeri 2 Ponorogo, seluruh warga Kwang Chow School banyak yang mengapresiasi dan bertanya-tanya tentang budaya Indonesia dan khususnya budaya Ponorogo. Kedua belah pihak saling berinteraksi baik guru dengan siswa dengan penuh akrab, saling mengenalkan diri maupun mengenalkan tata pergaulan masing-masing. Akhirnya suasana menjadi cair, rombongan SMA Negeri 2 Ponorogo dan juga Kwang Chow School saling bercengkrama dengan penuh keakraban.

            Terlihat General Manager Kwang Chow School dan juga komite SMA Negeri 2 Ponorogo mengadakan rapat kecil. Yang mana pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bahwa Kwang Chow School siap melakukan kerja sama pertukaran pelajar dengan SMA Negeri 2 Ponorogo. Pihak SMA Negeri 2 Ponorogo mengajukan draft perjanjian ke pihak Chow School yang mana ditanda tangani dan disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam proses penandatangan perjanjian dilakukan oleh General Manager  Kwang Chow School yaitu Miss Worawi Pakdee dan Ibu Ernin Naurinisa selaku Wakasek Kurikulum SMA Negeri 2 Ponorogo yang mewakili Ibu Dra. Lilik Hermiwi, M. Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Ponorogo. Antara lain telah disepakati dalam waktu dekat ini, kedua belah pihak akan merealisasikan pertukaran pelajar. Kemungkinan realisasi kegiatan ini adalah pada bulan Februari. Sampai saat ini kita masih intens berkomunikasi untuk persiapan student exchange agar berjalan lancar. Apabila kegiatan student exchange ini berjalan lancar, pihak SMA Negeri 2 Ponorogo akan melayangkan tembusan ke KBRI di Thailand dan SEAMEO.

            Di hari ketiga, anak-anak diberi kesempatan untuk berkunjung di Science Center for Education yang merupakan pusat keilmuan dan teknologi di Bangkok, Thailand. Selain itu, rombongan juga berkunjung ke Bangkok Planetarium. Di tempat ini, anak-anak banyak memahami beberapa hal terkait dengan kemajuan IPTEK yang disajikan secara miniatur di Science Center for Education.

Di hari berikutnya, rombongan berkunjung ke Chatuchak yang merupakan sentra pedagangan tebesar di Bangkok, Thailand. Di sana rombongan diberi kesempatan naik monorel untuk berkeliling di Chatuchak sekaligus melihat-melihat aktifitas penduduk sekitar dalam hal perdagangan. Rombongan memanfaatkan waktu tersebut untuk berbelanja souvenir atau oleh-oleh khas Thailand yang notabene harga disana lebih murah. Setelah itu rombongan bergegas pulang. Rombongan tiba di SMA Negeri 2 Ponorogo pada tanggal 25 November 2018 pagi.

SMADA Luar Biasa….. Yessss…… Yesssss…… Yesssss………

About admin

Check Also

100 Jathil SMADAPO Berpartisipasi Dalam Gebyar 2019 Penari Jathil

100 Jathil SMADAPO Berpartisipasi Dalam Gebyar 2019 Penari Jathil             Membuka Tahun Wisata 2019, Pemerintah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *