Tentang SMADA

 VISI, MISI, DAN TUJUAN SMA NEGERI 2 PONOROGO

VISI SEKOLAH

Menghasilkan sumber daya manusia yang bertaqwa, cerdas, dan berkarakter serta berbudaya lingkungan.

MISI SEKOLAH

  1. Melaksanakan pembelajaran untuk menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bbangsa sehingga terrwujud keseimbangan iman, taqwa, ilmu, dan amal serta berbudi pekerti luhur.
  2. Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien untuk peningkatan kemampuan intelektual dan kecakapan hidup.
  3. Melaksanakan program pembelajaran yang mampu mengaktualisasi jati diri siswa yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik.
  4. Menciptakan kondisi lingkungan sekolh yang kondusif sehingga peserta didik nyaman belajar di sekolah.
  5. Mendorong semangat keunggulan secara intensiif kepada seluruh warga sekolah.
  6. Menerapkan manajemen partisipasif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah (stake holders).
  7. Mendorong warga sekolah untuk memiliki dan melaksanakan prinsip keseteraan dalam kemajemukan di dunia global.
  8. Melaksanakan budaya hidup bersih, sehat, dan mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan sebagai wujud pelestarian terhadap lingkungan.

 

TUJUAN SEKOLAH

  1. Mempersiapkan peserta didik yang bertaqwa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
  2. Mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang berkepribadian cerdas, berkualitas dan berprestasi dalam bidang akademis dan non akademis.
  3. Membekali peserta didik agar memiliki keterampilan teknologi informasi dan konumikasi serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
  4. Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan sikap sportifitas.
  5. Mebakali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  6. Menanamkan sikap santun dan berbudaya, budaya hidup sehat, cinta kebersihan, cinta kelestarian lingkungan dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  7. Menunbuhkan sikap peduli warga sekolah untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan sekolah.

 

ARTI LOGO SMA NEGERI 2 PONOROGO

  1. Bidang dasar logo berbentuk segi lima dengan warna abu-abu muda merupakan simbol bahwa SMA Negeri Ponorogo berpedoman pada falsafah Pancasila.
  2. Tulisan SMA 2 PONOROGO berwarna putih yang memancar dalam ornamen bunga yang mekar dengan warna biru tua melambangkan          SMA Negeri 2 Ponorogo selalu mampu berkompetitif dan menjadi kebanggaan masyarakat.
  3. Lingkaran Kuning  melambangkan pancaran semangat  SMA Negeri 2 Ponorogo yang memberi terang bagi insan di dalamnya untuk mengemban tugas pendidikan
  4. Ornamen Reyog Ponorogo melambangkan bahwa SMA Negeri 2 Ponorogo bagian dari masyarakat pendidikan Ponorogo
  5. Ornamen kepak sayap berwarna merah sebagai simbol kekuatan untuk mencapai cita- cita.
  6. Ornamen Buku dan Pena merupakan simbol semangat belajar civitas      SMA Negeri 2 Ponorogo.
  7. Rantai merupakan simbol persatuan dan kesatuan civitas SMA Negeri 2 Ponorogo dalam mengemban tugas pendidikan.

 

SELAYANG PANDANG SMA NEGERI 2 PONOROGO

Ketika berdiri lembaga ini bernama SMA 2 Ponorogo, persisnya didirikan tanggal 16 Juli 1979, dengan SK Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor : 8188/0/1979, tanggal 30 September 1979.

Kemudian berdasarkan SK Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 035/0/1997, tanggal 7 Maret 1997 nama tersebut diubah menjadi SMU Negeri 2 Ponorogo. Jadi semula sekolah menengah atas berubah menjadi sekolah menengah umum.

Pada saat berdiri, sebenarnya sekolah ini sudah memiliki gedung sendiri sebanyak 9 lokal yang dibangun sejak 1978.Tetapi gedung-gedung tersebut belum dapat dipakai karena belum dilengkapi dengan fasilitas kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu proses  KBM sehari-hari dilaksanakan siang hari di SMA Negeri 1 Ponorogo yang pada saat itu menempati gedung swasta milik Yayasan Pembangunan Bakti di Jalan Batoro Katong Ponorogo (sekarang dipakai SMA Bakti Ponorogo).

Penerimaan murid perdana dikelola oleh SMA Negeri 1 Ponorogo dengan siswa sebanyak 3 kelas 144 orang. Mereka merupakan hasil seleksi sistem “tes tulis” dan “wilayah calon”. Materi test tulis meliputi PMP, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS. Sedangkan wilayah calon dibagi menjadi 2 bagian yakni wilayah “Ponorogo Utara” dan “Ponorogo Selatan” dengan garis batas Jalan Imam Bonjol ke Timur (Jl. Aloon-Aloon Selatan, Jl. PanglimaSudirman, Jl. Gajah Mada, dan Jl. Ir. Juanda) sampai dengan Jl. Raya Pulung (Jl. Halim Perdana Kusuma).

Calon siswa yang lulus tes dan berdomisili di Ponorogo Selatan dinyatakan diterima di SMA 2 Ponorogo. Sistem seleksi yang unik tapi nyata,  adil dan berkesan ini ditempuh panitia karena pada saat itu belum ada system khusus rayonisasi seperti sekarang ini.

Beberapa bulan setelah berdiri SMA 2 Ponorogo baru memiliki kepala sekolah definitif sebagai pengelola tetap sekaligus juga pengajar mata pelajaran Tata buku. Beliau bernama Soeprantiyo berasal dari Mojoroto Kediri, seorang yang berpawakan tinggi semampai, setinggi semangatnya. Bersama dengan enam orang guru bantu yang bertugas di sekolah ini sejak berdiri, mereka adalah Parmo Ramelanadji (mengajar Sejarah dan Geografi), Mulyadi (Penjakes), Alm. Sigit Nurcahyo, BA (PMP), Sri Utami (Ekonomi dan Bahasa Inggris), dan Siti Atiyanti (Biologi), Nurul Hariyati (BP, Ekonomi, dan Keterampilan) termasuk juga beberapa guru pinjam dari SMA 1 dan SLTP 1 Ponorogo yang membantu mengajar mata pelajaran lain.

Alhamdulillah, pada tahun 1980 SMA 2 Ponorogo sudah memiliki gedung sendiri di Jalan Pacar 24 Ponorogo yang kita tempati sekarang ini. Guru-guru mulai diangkat menjadi PNS. Selain itu pemerintah juga menambah melalui proyek pendidikan guru bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri, terutama IKIP negeri. Tentu saja kehadiran mereka di sekolah ini menambah suasana dan semangat baru.

Hal yang sangat membanggakan dan membahagiakan adalah sebesar 75% lulusan perdana diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama melalui Proyek Perintis (sekarang SMPTN) yaitu, ITB, UGM, ITS, UNAIR, UNIBRAW, UNS, IKIP, dan AKABRI. Kebahagiaan dan kebanggaan bertambah lengkap ketika Universitas Gajah Mada mengirim ucapan “SELAMAT DAN SUKSES SMA 2 PONOROGO”.

Dalam usia yang ke 29 tahun, SMA Negeri 2 Ponorogo telah mengalami Sembilan kali pergantian pimpinan : Soeprantiyo, BA, Drs. Sutarlan, Drs. Mukailani HS, Drs. Djamil Effendi, dan Drs. Sugeng Subagyo, M.Pd.

Dalam perkembangan selanjutnya animo calon siswa SMA Negeri 2 Ponorogo terus meningkat bahkan senantiasa jauh lebih besar dibanding daya tampungnya karena beberapa daya tarik dimiliknya, diantarannya kedisplinan, ketertiban, dan juga karena banyak alumi SMA Negeri 2 Ponorogo yang menduduki jabatan profesi baik di Instansi Pemerintah maupun swasta, baik tingkat regional maupun nasional sehingga hal ini dapat mempertinggi kepercayaan masyarakat Ponorogo secara khusus dan wilayah pembantu Gubernur Madiun secara umum.

Keberhasilan yang sudah dicapai Alumni SMA Negeri 2 Ponorogo adalah :

  • Ada yang sudah menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo
  • Ada yang menjadi Dosen-dosen di Perguruan Tinggi Negeri
  • Ada yang menjadi Direktur Perusahaan di Jakarta
  • Banyak Dokter-dokter Spesialis yang tersebar di berbagai daerah atau wilayah Propinsi JawaTimur
  • Banyak yang menduduki jabatan di ABRI maupun Polisi yang tersebar di berbagai daerah dan lain-lain yang tidak mungkin kami dapat menyebut satu persatu

Seiring dengan berjalannya waktu fasilitas belajar di SMA Negeri 2 Ponorogo makin baik dan lengkap. Pada tahun 2012 gedung depan direnovasi menjadi dua lantai yang menjadikan SMA Negeri 2 Ponorogo terlihat megah. Maka sudah seharusnyalah alumni SMA Negeri 2 Ponorogo lebih berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya  alumni yang melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi di hampir seluruh perguruan tinggi papan atas di negeri ini terutama di wilayah Jawa Tengah dan JawaTimur yang merupakan wilayah dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Ponorogo. Kemampuan mereka dalam bidang akademik mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari lima tahun terakhir dimana dari alumni SMA Negeri 2 Ponorogo yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri semakin baik dengan biaya sendiri maupun memperoleh beasiswa prestasi seperti Sampoerna dan Etos.

Pada tahun 2015 genap 37 tahun SMA Negeri 2 Ponorogo kembali dipimpin oleh Drs. Djamil Effendi. Pada tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 Ponorogo menjadi 10 kelas per rombongan belajar dengan dibangunnya Ruang Perpustakaan yang luas sehingga lengkap. Pada ujian nasional tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 Ponorogo mengawali pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer.

Kini usia SMA Negeri 2 Ponorogo memasuki windu yang kelima, tepatnya 38 tahun. Adalah usia yang cukup dewasa bagi kita untuk merenungkan apa yang sudah dan akan terjadi dalam upaya pencerdasan kehidupan bangsa di negeri yang sedang dilanda aneka krisis yang tak ujung usai. Hidup tidak cukup hanya dihadapi dengan berpikir dan berkomentar, tapi tindakan nyata itu utama kita butuhkan. Maka marilah kita lakukan yang terbaik untuk SMA Negeri 2 Ponorogo tercinta, kita mulai dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, tidak esok atau lusa tapi saat ini juga. Semoga Allah SWT meridhoi dan memberkahi kita semua. Aamiin

Ponorogo, 20 Mei 2017