Sejarah kelam pembawa kemenangan

“Alhamdulillah aku seneng mergo iso ngalahne salah siji musuh sing wes tak incer ket bien”tutur Dhita. Solah Wetan adalah juara pertama di event SFC ke-sebelas ini yang beranggotakan Dhita, Satria, Haqi, Gusti, Nungki, Remadha, Muklis dan Wase. Mereka mempersiapkan latihanya hanya memerlukan waktu satu bulan saja, namun karena adanya kendala perbedaan sekolah latihannya sering molor dan telat, persiapannyapun menjadi 2 bulan.

Mereka mengangkat judul tarian ‘Kamanduglang’ yang bertemakan sejarah di Ponorogo. Kamanduglang setitik sejarah kelam di Ponorogo rombongan kapak patik (Pulung) yang berupaya melakukan pemberontakan ke Kadipaten Sumoroto atas provokasi adik pewaris sah Adipati Agung Sumoroto. Akan tetapi tindakan tersebut diketahui oleh Teliksandi mataram lewat bantuan Belanda. Maka, rombongan patik dicegat diperbatasan hutan Siman (Asem Buntung) sekelompok wanita yang menyamar sebagai penjual kopi (warung remang). Ada sejenis hiburan tayub juga minuman keras dan kopi cubung. Setelah lengah, rombongan patik dibunuh dan gagal sudah pemberontakan untuk Pangeran Adipati Anom Sumoroto.

Solah Wetan sudah empat kali mengikuti lomba tari kreasi tradisional dalam event SFC. Menurutnya SFC kali ini tempatnya terlalu sempit, bukan seperti tahun sebelumnya. Namun, juga ada kemajuannya yaitu lighting yang bagus.

SFC sip mantap jos.

Tinggalkan Balasan