PMR punya Agenda

PMR punya Agenda

PMR merupakan salah satu ekstrakurikuler SMADA yang memiliki segudang prestasi. Mereka merupakan agen kesehatan yang siap berpartisipasi aktif dalam dunia kesehatan. Membantu sesama merupakan motto yang senantiasa mereka tanamkan dalam setiap event.

Selasa, 17 April 2018 PMR melaksanakan agen rutin yaitu donor darah. Donor darah merupakan agenda rutin tiga bulanan yang diselenggarakan untuk melayani warga SMA N 2 Ponorogo yang ingin mendonorkan darah mereka.

Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan PMII kabupaten Ponorogo. Tempat diselenggarakan donor darah ini adalah ruang UKS SMA N 2 Ponorogo. Para siswa PMR yang telah standby diruang UKS mendata bagi warga sekolah yang ingin mendonorkan darah mereka. Kemudian tahap berikutnya adalah cek up kondisi pra donor.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi  sebelum melakukan donor. Persyaratan dasar untuk ikut serta dalam kegiatan donor darah adalah pendonor berusia 17 hingga 70 tahun. Berat badan minimal adalah 45 kg dengan tekanan darah sistole di bawah 180 dan diastole di bawah 100, untuk orang dengan tekanan darah yang cenderung tinggi. Sementara, orang dengan tekanan darah rendah, tekanan darah sistole/diastole yang dianggap aman adalah 90/50. Pendonor juga sebaiknya memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dL, dan tidak lebih dari 20 g/dL.

Pada dasarnya syarat utamanya adalah kondisi pendonor harus sehat. Hal ini dikarenakan darah yang didonorkan nantinya untuk kepntingan kesehatan orang lain. oleh karena itu kondisi badan pendonor haruslah fit.

Donor darah tidak hanya memberikan manfaat kepada para penerima darah. tetapi juga kepada para pemberinya. Berikut beberapa manfaat donor darah yang bisa dirasakan jika kamu menyumbangkan darah adalah menjaga kesehatan jantung dan membuat darah mengalir lebih lancar, meningkatkan produksi sel darah merah dan sekalian cek kesehatan.

Manfaat untuk orang lain adalah adalah tujuan mulia yang hendak dicapai. Hal ini merupakan bentuk pendidikan kharakter yaitu peduli terhadap sesama. Mereka bersyukur atas segala kenikmatan dengan mendonorkan darah mereka  diperuntukkan bagi siapa saja yang membutuhkan. Hal ini juga merupakan bentuk kepekaan sosial.

Setelah donor darah mereka mendapakan bingkisan berupa roti,susu dan minuman pengganti ion sebagai sarana untuk memulihkan kondisi tubuh pasca donor darah.

Pelaksanaan donor darah yang dilakukan oleh tenaga medis dari PMII sehingga anak-anak bisa mengamati proses donor darah sebagai media belajar secara langsung.

Teruslah menebarkan manfaat….